loading...

Beginilah Survey dan Suasana Hari Valentine Cewek-cewek Jepang

Hari Valentine sudah mendekat!

Di Jepang ini berarti para wanita harus siap-siap membeli hadiah untuk para pria secara keseluruhan. Jadi bukan hanya untuk cinta sejati (atau kasih sayang ke pacar), tetapi juga untuk para pria di tempat kerja, sekolah, dll.

Hari ini kita bahas hasil survei dari Yahoo! Jepang mengenai semuanya tentang hari St. Valentine...




Siapa yang paling anda ingin kirimkan hadiah Valentine?

Suami 35,0%
Pacar 26.0%
Seseorang yang saya suka 5,5%
Lain-lain 1,0%
Tidak ada rencana untuk mengirim kepada siapa pun 32,5%


Apa yang anda siapkan sebagai hadiah?

Coklat 55,9%
Coklat, plus barang tak berwujud 13,7%
Coklat, plus barang nyata 11,9%
Coklat, plus barang tak berwujud dan nyata 6,3%
Barang tak berwujud 4,4%
Barang nyata 4,2%
Barang tidak berwujud dan nyata 2,2%


Apa jenis coklat yang anda siapkan?

Coklat buatan tangan, permen-permen 42,6%
Coklat bermerk / kualitas tinggi 24,4%
Beli dari toko kue coklat terkenal 17,8%
Coklat merek favoritnya 14,1%
Coklat unik 8,9%
Selain permen coklat 6,3%


Apa yang penting ketika anda memilih sebuah hadiah?

Memilih sesuatu yang mengekspresikan diri 44,8%
Memilih sesuatu yang diinginkan orang lain 38,9%
Memilih sesuatu yang mengejutkan 23,7%
Mengirimnya dengan surat, kartu pesan 22.2%
Memilih sesuatu yang unik, menyenangkan 14,4%
Memilih sesuatu yang non-konvensional 12,6%


Siapa yang menurut anda wajib untuk diberikan hadiah?

Ayah 28.8%
Rekan kerja laki-laki, kolega 20.3%
Boss laki-laki, senior 16,0%
Teman perempuan, kolega 14.3%
Anak sendiri 11,3%
Bawahan laki-laki (karyawan) 2,5%
Boss wanita, senior 2,5%
Bawahan perempuan (karyawan) 1,5%
Lain-lain (untuk SQs) 7,3%
Tidak ada rencana untuk mengirim kepada siapa pun 41,5%


Menurut survei, 70 persen para wanita mengatakan mereka akan sangat senang jika tidak ada tradisi wajib dalam memberikan coklat kepada pacar-pacar mereka atau rekan kerja di kantor.

Hampir 60 persen mengatakan mereka merasa tidak bahagia ketika mendekati hari Valentine, dengan alasan biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk berbelanja hadiah. "Sangat merepotkan," kata Yoko Usami, salah seorang karyawan yang sedang sibuk-sibuknya berbelanja coklat.

Tradisi wajib dalam memberikan coklat ini telah tumbuh menjadi sebuah industri sebesar 50 miliar yen setiap tahunnya bagi para pembuat cokelat di Jepang. Bahkan beberapa di antaranya meraup 20 hingga 30 persen dari laba tahunan hanya dalam beberapa minggu di bulan Febuari.
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Beginilah Survey dan Suasana Hari Valentine Cewek-cewek Jepang"